Senin, 25 Mei 2015

puisi


perjalanan
pagiku menjelang
lantunan pengingat syukur berkumandang
terbangun dari hangatnya mimpi bersulang
menyapu senyap mengelap mata
berlari kearah belakang

ketetapan telah tergelar diatas motor tumpangan
menjejaki suasana baru kehidupan
melenggang lidah dalam diskusi 
menyapa hangat para petinggi



cemoohan
sindiran
nasehat
telah menjaga setiap ucapan
memfokuskan pendengaran


pasuruan, 22 mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar