Senin, 25 Mei 2015

puisi

Bibir Memerah
sulur lidah dijinjing
rangkap mulut berdawai
jilat liur beradu padan
tonggak merangsak panas

siap hati
perasa tak enak
mulut tergigit gigi sendiri
kaki tersandung batu bringas
banyak pertanyaan
si longlong menjemput mata
atau malah bertindak dibalik telinga
alur belum terbaca
simpati tarik nama
sombong mendahaga
kurus badan
besar bibir memerah..
malang, 6 april 2015 19.55

puisi


perjalanan
pagiku menjelang
lantunan pengingat syukur berkumandang
terbangun dari hangatnya mimpi bersulang
menyapu senyap mengelap mata
berlari kearah belakang

ketetapan telah tergelar diatas motor tumpangan
menjejaki suasana baru kehidupan
melenggang lidah dalam diskusi 
menyapa hangat para petinggi



cemoohan
sindiran
nasehat
telah menjaga setiap ucapan
memfokuskan pendengaran


pasuruan, 22 mei 2015