Selasa, 16 Desember 2014

puisi

Bukan tanah Surga

nampak roboh pencakar langit itu
tergerus tikus tikus khatulistiwa
tak kalah dengan rayap rayap ibu kota
mempermainkan negara

tangan kanan beralih kekiri
desa desa jadi kota
pribuminya juga kekota
menikmati hidangan asap kota

terlilit ribuan kertas rupiah
tercekik tangan tangan pengadu domba
terhempas dibantaran ciliwung
mati digundukan sampah

terlihat api gejolak membara
diatas kepala pemberontak
menerjang lewat diplomasi
tak terkuak menggunakan orasi

ini bukan tanah surga
ini tanah gersang cerminan sahara
bukan dari fisiknya
tapi dari psikis pribuminya

malang 2014

puisi

Tulip Layu
tulip berputar putar diotak
semerbaknya menjauhi pandangan
tak ada kata tak ada makna
saat tulip layu tak tahan lama 

tumbuh satu biji
terbiar hambar ditengah halaman hati
makan dengan air hati
dengan hasil kemarahan hati

tumbuh cepat bagai sunyi
dalam gelap tak terpenuhi
dalam terang berhenti
gelap terang nampak tidak perduli

dewasa kembali menghantui
tulip enggan menampakkan diri
terbungkus rasa malu
yang menghantu piluh

nampaknya terulang lagi
kisah lama nan perih
tak ada kata tak ada makna
saat tulip layu tak tahan lama


malang 2014

Selasa, 02 Desember 2014

puisi

Menyembunyikan Ilmu

kupejamkan mata dalam jalan yang tiada terarah
berharap arah yang pasti beredar disepanjang nadiku
ku lelapkan tidurku ketika lelah mulai menyiksaku
berharap didalam tidurku aku terbangun dan meneruskan kesibukanku

sungguh dalam hati tiada terasah ketika hilang Sirat-Nya
yang tanpanya aku tiada berada menggelarkan dosaku
ini ciri kita sebagai awam ilmu yang tak mampu memberi penjelasan
meneledorkan ilmu bagai sesosok singa tanpa tangan dan kaki

miris dikehidupan ini ketika sang ahli ilmu enggan memberi penjelasan
seakan akan ilmu miliknya pribadi yang tak pernah hilang adanya
namun salah besar jika itu menjadi presepsi mu
karena ilmu tiada padamu ketika kamu menyekapnya dalam kesia-siaan

poetry


Hide Science

I closed my eyes in a way that no directional
expect a definite direction circulating along my veins
I had my right asleep when tired began torturing
hope in my sleep I woke up and continue my busyness

not really in my heart when lost Sirat honed His
without which I not be deploying my sin
The characteristics we as ordinary science was unable to give an explanation
neglect of science like a figure of a lion without hands and feet

sad this life when the scientists are reluctant to give an explanation
as though his personal knowledge that never lost their
but a great one if it becomes your perception
because there is no science to you when you locked her in futility

Minggu, 30 November 2014

POETRY

TRAVEL

With folded arms and hid my secret move
Accompanied by red lanterns sad without ulcer
Down the hall filled up the steep alley
Wiping some of the tears that greet

When myself getting tired of wasting energy
When the tip is still hanging in the darkness
I scraped a little food the rest of the past
Which I think is useful for sharpening penetrate increasingly thicken himself

Continue to whisper the spirit of the front
Noticeably louder when the lantern stopped blazing
Appears to have run its feet
Climbed the steep road without limping

This is the western horizon rays
Looks up with dimly lit
Digesting whisper strongly worded earlier
Bring up the fresh scent of the world outside the alienated

PUISI

PERJALANAN

Dengan dekap dan sembunyi sembunyi ku melangkah
Diiringi lentera merah yang miris tanpa barah
Menyusuri lorong lorong terjal penuh asa
Menyeka sebagian dari tangis yang menyapa
Saat diri mulai lelah menghamburkan tenaga
Saat ujung masih menggantung dikegelapan
Ku mengorek sedikit bahan makanan sisa masa lalu
Yang menurutku berguna untuk menembus asah yang semakin menebalkan dirinya
Lanjut dengan bisikan semangat dari depan
Terasa makin keras ketika lentera berhenti berkobar
Nampak kaki telah berjalan dengan sendirinya
Menapaki jalan terjal tanpa tertatih
Inilah sinar ufuk barat
Tampak muncul dengan remang remang
Mencerna bisikan yang bernada keras tadi
Memunculkan aroma segar dunia luar yang terasingkan

Rabu, 26 November 2014

puisi

Mencoba Bertanya

melihat setapak yang mulai dipenuhi kaki berjalan
melihat jalan yang ramai akan roda roda kehidupan
punggung mulai melayang ketika lelah menghampiri
terasa sakit namun tetap berdiri menyembunyikan

terisak kata yang terwakilkan gerak
tertawa seperti gunung yang menghembuskan api
adakah rencana sebaik kodrat yang sudah ditetapkan
adakah perintah dengan simbol keburukan diri

mulai menghargai waktu
mulai mencibir malu akibat penat yang berulang
tak satupun memori menunjukkan kebaikan
tak ada kata hati yang menimbulkan pilihan

mereka yang bergumam tentang dunia
mereka yang terhina namun tampak biasa saja
adakah simponi yang menyadarkan
adakah titik keterpurukan yang mengembalikan

mari bertanya pada mata kalian
mari bertanya pada sisi lain dari diri kalian
mari mencari sosok sebenarnya
mari mencari kebisingan yang kerap mengganggu telinga kalian

english poetry

 TRY ASKING
see the path that gets filled to walk
will see a crowded street wheel of life
began to drift back when tired approached
hurt but still standing hide

sobbed words represented motion
laugh like a mountain that breathes fire
is there a plan as well as the nature of the defined
is there a command to the evil symbol of self

began to appreciate the time
began to pout embarrassed recurrent fatigue
none of memory show kindness
no conscience which raises choice

they were muttering about the world
they are insulted but looks normal
is there a symphony that sensitize
is there any point slump returns

let's ask your eyes
let's ask the other side of yourself
let's look for the actual figure
let's look for the noise that often interfere with your ears

Selasa, 18 November 2014

puisi

                         Jingga Peradaban
Jingga telah memecar menjadi beberapa bagian..
Mulai menyusuri petak-petak kegelapan..

Terbang berkelana meyinari daerah yang kurang cahaya..
Dengan daya yang cukup besar akibat penggabungan warna..
Dari merah tua yang penuh pengalaman..
jingga kecil yang meratap mencoba menemukan jingga-jingga yang lain..
Menghidupkan jingga Yang mati atas kemalasan..
Membakar pedang penjilat memanaskan pena-pena kehidupan..
ingat para jingga kita akan bertemu kembali dalam perantara angin..
Angin yang berhembus dikala sore yang gumilang..
Dan diantara kita hadir
pelaku-pelaku kata..
sinarnya lebih terang dari jingga-jingga kita,dikala matahari terbenam..

by : ferry Yuli R

puisi

TEKAD
Jalan yg terjal yg aku lalui saat ini 
tdk mengoyak tekad yg mantap untuk berdiri 
pada satu titik yang menjulang dalam satu mimpi. .

tekadmu sekecil benih yang ditanam petani
sekecil itu dia mencoba tumbuh dengan semangat tanpa ragu
menghisap sari sari tanah yang jernih
mencernah dari kedalaman bumi

terus tumbuh dan tumbuh menjulang hingga tinggi
menghempaskan lapisan bumi yang terjal dan berduri
kini dia berada pada separuh jalan
dan separuh ini memberi pilihan apakah puncak yang akan ditapaki 
atau mati dalam kubangan liat yang keji

Tekad ini mudah sekali terhempas ketika tersapu sentuhan angin . .
Tetapi tekad ini pulalah yang terus bangkit dari rasa sakit . . .
Tekad yang mencari topangan untuk tetap kuat 
dalam menapaki kehidupan yang berliku ini

kalau begitu pasanglah iya dalam bingkai takdirmu
eratkan dia dengan niat agar angin tak menggodanya lagi
lumuri dia dengan kesetiaan agar senantiasa bermanja kepadamu
dan bawalah dia hingga akhir masamu berada

Iya. . .
akan ku mantapkan lagi demi tercurahkanya mimpi mimpi besar yang harus aku gapai, 
dengan mantap diri dan senyum kepastian dalam kelikuan yang aku jalani saat ini

lika liku hidup memang gersang
serasa hampa apabila tak ada usaha
serasa percuma bila tak ada semangat
serasa kacau bila tak terseleseikan

Kelikuan ini yg akan menjadikan aku bangkit . . .
Dan tidak akan kubiarkan ini menjdi pghalang dalam pencapain yg belum aku temukan . .

bagus
semangatmu membara bak tungku api diperapian
menggelarkan karpet untuk terus berjalan menapaki masa depan
merangkai mimpi mimpi yang telah kau rasakan dalam kesemuan
 
bagus
kuberharap harimu kan ceria
bersama senyum mesra sang mentari
dan dekapan hangat sang rembulan dalam kesunyian malam..
hingga kau saksikan sendiri waktu yang terus menggandengmu dalam penantian

Sungguh . . .
Aku mengakui kebaikan semesta . . .
Yang selalu hadir dan mendukung ku dalam keterpurukan yang pernah terasa. .
Begitu yakin niat ini untuk terus melangkah 
menatap titik cahaya di depan sana, 
yang menunggu untuk aku bisa menemukanya

didepan adalah segala dari para segala yang kau dambakan
titik dimana segala usaha dipertaruhkan
dan pemikiran harus selalu terfokuskan
mungkin hari dimana kau menemukannya adalah hari yang sangat membahagiakan dan mempesona
mungkin sedikit mirip dengan surga yang banyak orang dambakan

Benar. .
Disanalah puncak kebahagiaan . .
Dimana tidak hanya aku seorang yang kan tersenyum menikmati surga dunia . .
Tapi mereka yang selalu ada dan berpihak pada manusia yang sedang berjuang ini , mereka akan lebih bahagia . . .

by : Ferry yuli R and Alicia Maya P

Senin, 29 September 2014

PUISI

Muntahan Legenda
sarjana muda
iya,tujuan utama
melenggak-lenggok berburu buku
hem,hal biasa

apa? kenapa dengan sastra?
hah,keindahan kata-kata
masak iya,bukan lukisan yah?
kuas,tinta,buku gambar,masak kata?

kembalilah kejalan yang benar
apa!!! anak sastra 
bukan-bukan
aku anak olahraga

bukan anak kata
kau paksa aku
tidak idak
tidak bisa

ini jalanku,rayapanku,jungkir balikku
bukan kata
tapi koprol berirama
sudahlah

jangan menggodaku
mencekokiku dengan bait ilustrasi
sudahlah biar aku koprol sampai mati
biar menyatu dengan tanah tanpa dikubur lagi

tinggalkan aku
abaikan aku
fitnah aku
aku bukan anak kata

aku anak lapangan
senantiasa minum keringat
senatiasa menghitamkan diri
senantiasa memerahkan mata
senantiasa mengotori kata

yasudalah kalau tak mau pergi
biar aku yang kembali
mungkin dua tahun lagi
bahkan bisa lebih

jadi lapangan dululah
tak apa asal tak jadi sarjana tua
yang kerjaanya ngomporin dosen 
sama-sama tua juga

sudahla jangan mengoceh lagi
iya,iya aku kabulkan permintaanmu
tapi dengan syarat
suruh si legenda itu muntahkan kata-katanya

biar aku yang jadi muntahanya
tak apalah jijik
tapi sementara
biar aku tahu deritanya

katanya harus berkata
yah itulah kata
memang tak jelas maknanya
tapi muntahanya sungguh jelas aromanya




PUISI

Ku Jengkel Padamu Poetry

serasa kayak cakap-cakap biasa
kontemporer bilangnya
hampir sepertiga malam kubaca
tapi tak dapat tersampaikan maknanya

entah,
apa memang mengoceh sendiri
tanpa kejelasan
atau otakku yang tak punya kamus-kamus pribahasa

tak berirama,iya !
sedikit sih tapi sama saja
mengulang-ngulang
tak tentu arah

katanya kata bebas 
tapi sama saja pengistilahan
hmm,buang-buang waktu
jadi tersirat apa tersurat nih

mataku melepuh membacanya
serasa makan gula tak ada manisnya
minum kopi tak terasa pahitnya
makan nasi tak terasa kenyangnya

ayo keluarlah
tunjukkan bahwa kau sang poetry
yang katanya ungkapan yang jelas untuk penguasa
ayolah jangan tunggu janur kuning meninggi lagi

habis juga waktuku
bosen menantinya

keluarlah,keluarlah,keluarlah

jelek-jelek juga kata
bagus jadi karya
melegenda biarlah

namamu abadi,boleh!
iya di nisanmu maksudnya
jangan harap dikoran,majalah atau surat kabar
seribu tahun lagi mereka terurai

jangan juga di televisi atau radio
bodoh,mereka tak menginginkan si legenda.
mereka hanya mengedar keburukanmu
didunia nyata menjadi maya

ayo ayo muntahkanlah, bodoh!
biar aku yang memungutnya
meneruskan perjuanganmu
melawan si penjajah kontemporesasi.

Selasa, 23 September 2014

Puisi Religi



_Rintihan Tersamar_


tersungkurku dalam semu sang malam,..
merenung pada kenyataan yang terbalikkan..
terjatuh dalam tangis yang terdalam..
mencoba mencari kesalahan yang terlewatkan..

inikah rasa yang tak terhindarkan,..
ketika sesuatu yang berkumandang tak terhiraukan,..
inikah akibat dari cinta yang tulus,..
yang mulai rapuh teracuhkan pikiran..

telah kutemukan rasa itu dengan samar-samar..
rasa khawatir yangh tiap kali datang menyerang,..
telah kutemukan akibat dari semua kesalahan,..
saat kewajiban hilang dari tanggungjawab..

solat..solat..solat..
lupakah kau dengannya..
kewajiban yang samar-samar tak terhiraukan,..
yang dengan meninggalkannya,..
celaka wa-was memboikot jiwa dan meruntuhkan iman para pelaksana...

 Bangil 28 agustus 2014
by : ferry yuli rakhmanto

Psikologi olahraga



HUBUNGAN KECEMASAN (ANXIETY) DENGAN PERFORMANCE (KINERJA) DALAM OLAHRAGA


Piala  dunia   baru  saja  berakhir  dengan  banyak  sekali  kejutan  yang  terjadi, tak  disangka  raksasa - raksasa  sepak  bola  baik  dari benua  eropa  maupun  amerika  angkat  koper terlebih  dahulu  setelah  menelan  pil  pahit  kalah  dibabak  penyisihan , banyak  dari pengamat  sepak  bola  mengatakan  bahwa  ketika  negara – negara  eropa  bermain  di  benua  amerika  nasib  buruk  menimpa  mereka,  permainan  tiki – taka  ala  spanyolpun  tak mampu  berbuat  banyak  kala  juara  bertahan  tersebut  dipaksa  pulang  terlebih  dahulu setelah  dipecundangi  tim – tim  kuda  hitam  amerika , hal  ini  menunjukkan  bahwa  eksistensi  tim - tim  eropa  relatif  rendah  ketika  bertanding  diluar  kandang.
  Dalam  psikologi  keolahragaan  dijelaskan  beberapa  faktor  mengenai  bentuk – bentuk  ketegangan  dalam  bertanding  menjadi  fokus  tersendiri  dalam  pencapaian  suatu  tujuan , kekalahan  juara  bertahan  spanyol  disebabkan  karena   strategi  yang  dimainkan  cukup  familiar  dan  telah banyak diketahui oleh banyak negara eropa dan amerika,sehingga pada saat bertanding lawannya akan dengan mudah mengetahui tehnik-tehnik serangan yang sedang dimainkan,dengan membaca pergerakan tersebut lawan dengan mudah melakukan serangan balik yang cepat dan membuat permainan spanyol menjadi kacau balau. Kemudian yang jadi masalah selanjutnya adalah mental bertanding, meskipun terlihat mental-mental juara, akan tetapi lawan yang dihadapi berbeda dengan lawan-lawan sebelumnya,karena lawan yang dihadapi bukanlah dari kalangan eropa sendiri akan tetapi dari benua yang lain dan secara taktik tentu jauh berbeda dengan taktik yang digunakan pada umumnya. Dalam segi mental tim ini akan merasa bersemangat ketika lawannya lebih baik darinya dan sebaliknya tim yang terlihat besar namanya cenderung meremehkan terhadap tim-tim kecil yang tak pernah dia temui,sehingga terjadi pertukaran mental yang cukup signifikan dari sini, tim yang sangat bersemangat sekali dengan tim yang cenderung meremehkan,secara logika tim yang bersemangat akan terus mencoba menemukan permainan terbaiknya dan berusaha untuk memenangkan pertandingan sebaliknya tim yang meremehkan akan menganggap pertandingan ini hanya biasa dan beranggapan pastilah dia akan menang,tapi anggapan dari beberapa orang benar bahwa bola itu bulat berbagai kemungkinan akan terjadi dilapangan.  Jika digambarkan dalam bentuk performance (kinerja) dengan anxiety (kecemasan) akan terbentuk kesimpulan bahwa tim yang tingkat kecemasanya tinggi disertai dengan performance yang tinggi juga akan berakibat pada mental yang relatif tinggi,sehingga ketika mental itu down atau jatuh misalnya ketika kebobolan satu gol atau dua gol,maka secara otomatis performance terebut akan menurun drastis dan tidak akan bisa naik kembali,konstan dan terus seperti itu sehingga akan sulit mengembalikan keadaan seperti semula.
            Halnya yang sama terjadi ketika dipartai semifinal tuan rumah brazil melawan jerman berakhir dengan kemenangan telak jerman 8-1, disini terlihat bahwa faktor tuan rumah juga berpengaruh terhadap keadaan mental pemain atau tim, ribuan sporter brazil memenuhi stadion maracana pada waktu itu, sehingga pemain merasa terbebani dengan adanya dukungan tersebut,dan mengakibatkan anxiety (kecemasan) meningkat disertai dengan performance yang meningkat pula sehingga akan timbul suatu kecenderungan permainan keras dan tak terorganisir dengan baik,kemudian faktor individual juga terlihat jelas ketika seorang superstar neymar tidak dapat mengikuti pertandingan dikarenakan terjadi cedera pada tulang belakangnya pada saat perdelapan final melawan colombia,peran neymar yang  sangat dominan sekali dalam tim sehingga ketika neymar tersebut tidak bermain,tim akan merasa kualahan dan kurangnya kekompakan,ditambah seorang david silva pemain jangkar  tidak dapat bermain karena akumulasi kartu, semakin menambah aura negatif untuk sang tuan rumah brazil, permaian keras terus dilancarkan strategi tidak teroganisir dengan baik dan tidak adanya goal getter sehingga serangan kearah gawang lawan terasa sia-sia.
Kesempatan ini kemudian tidak di sia-siakan oleh kubu jerman,tim jerman yang bermain dengan santai dan relax cenderung dapat menguasai pertandingan.berbagai peluang sudah dapat diciptakan sehingga pada menit-menit terakhir malapetaka datang untuk tim tuan rumah,gol terjadi dan membuat pemain berazil gugup dan tidak dapat menikmati pertandingan,ketika memulai lagi pertandingan, para pemain brazil terlihat tak bersemangat dan merasa cemas,dan terjadilah gol yang kedua sporterpun tak menyangka kemudian berlanjut ke gol selanjutnya sampai 5 gol,bahkan sampai pluit panjang dibunyikan pemain brazil masih tidak dapat menerima keadaan,terlihat dari raut wajah mereka banyak yang bersedih,benar-benar mental mereka telah jatuh. Ini menunjukkn bahwa kecemasan (anxiety) memiliki hubungan yang erat terhadap performa suatu tim atu orang,mental bertandinglah yang harus selalu dilatih agar dapat mempunyi ketenangan dalam menghadapi suatu pertandingan.