Senin, 29 September 2014

PUISI

Muntahan Legenda
sarjana muda
iya,tujuan utama
melenggak-lenggok berburu buku
hem,hal biasa

apa? kenapa dengan sastra?
hah,keindahan kata-kata
masak iya,bukan lukisan yah?
kuas,tinta,buku gambar,masak kata?

kembalilah kejalan yang benar
apa!!! anak sastra 
bukan-bukan
aku anak olahraga

bukan anak kata
kau paksa aku
tidak idak
tidak bisa

ini jalanku,rayapanku,jungkir balikku
bukan kata
tapi koprol berirama
sudahlah

jangan menggodaku
mencekokiku dengan bait ilustrasi
sudahlah biar aku koprol sampai mati
biar menyatu dengan tanah tanpa dikubur lagi

tinggalkan aku
abaikan aku
fitnah aku
aku bukan anak kata

aku anak lapangan
senantiasa minum keringat
senatiasa menghitamkan diri
senantiasa memerahkan mata
senantiasa mengotori kata

yasudalah kalau tak mau pergi
biar aku yang kembali
mungkin dua tahun lagi
bahkan bisa lebih

jadi lapangan dululah
tak apa asal tak jadi sarjana tua
yang kerjaanya ngomporin dosen 
sama-sama tua juga

sudahla jangan mengoceh lagi
iya,iya aku kabulkan permintaanmu
tapi dengan syarat
suruh si legenda itu muntahkan kata-katanya

biar aku yang jadi muntahanya
tak apalah jijik
tapi sementara
biar aku tahu deritanya

katanya harus berkata
yah itulah kata
memang tak jelas maknanya
tapi muntahanya sungguh jelas aromanya




PUISI

Ku Jengkel Padamu Poetry

serasa kayak cakap-cakap biasa
kontemporer bilangnya
hampir sepertiga malam kubaca
tapi tak dapat tersampaikan maknanya

entah,
apa memang mengoceh sendiri
tanpa kejelasan
atau otakku yang tak punya kamus-kamus pribahasa

tak berirama,iya !
sedikit sih tapi sama saja
mengulang-ngulang
tak tentu arah

katanya kata bebas 
tapi sama saja pengistilahan
hmm,buang-buang waktu
jadi tersirat apa tersurat nih

mataku melepuh membacanya
serasa makan gula tak ada manisnya
minum kopi tak terasa pahitnya
makan nasi tak terasa kenyangnya

ayo keluarlah
tunjukkan bahwa kau sang poetry
yang katanya ungkapan yang jelas untuk penguasa
ayolah jangan tunggu janur kuning meninggi lagi

habis juga waktuku
bosen menantinya

keluarlah,keluarlah,keluarlah

jelek-jelek juga kata
bagus jadi karya
melegenda biarlah

namamu abadi,boleh!
iya di nisanmu maksudnya
jangan harap dikoran,majalah atau surat kabar
seribu tahun lagi mereka terurai

jangan juga di televisi atau radio
bodoh,mereka tak menginginkan si legenda.
mereka hanya mengedar keburukanmu
didunia nyata menjadi maya

ayo ayo muntahkanlah, bodoh!
biar aku yang memungutnya
meneruskan perjuanganmu
melawan si penjajah kontemporesasi.

Selasa, 23 September 2014

Puisi Religi



_Rintihan Tersamar_


tersungkurku dalam semu sang malam,..
merenung pada kenyataan yang terbalikkan..
terjatuh dalam tangis yang terdalam..
mencoba mencari kesalahan yang terlewatkan..

inikah rasa yang tak terhindarkan,..
ketika sesuatu yang berkumandang tak terhiraukan,..
inikah akibat dari cinta yang tulus,..
yang mulai rapuh teracuhkan pikiran..

telah kutemukan rasa itu dengan samar-samar..
rasa khawatir yangh tiap kali datang menyerang,..
telah kutemukan akibat dari semua kesalahan,..
saat kewajiban hilang dari tanggungjawab..

solat..solat..solat..
lupakah kau dengannya..
kewajiban yang samar-samar tak terhiraukan,..
yang dengan meninggalkannya,..
celaka wa-was memboikot jiwa dan meruntuhkan iman para pelaksana...

 Bangil 28 agustus 2014
by : ferry yuli rakhmanto

Psikologi olahraga



HUBUNGAN KECEMASAN (ANXIETY) DENGAN PERFORMANCE (KINERJA) DALAM OLAHRAGA


Piala  dunia   baru  saja  berakhir  dengan  banyak  sekali  kejutan  yang  terjadi, tak  disangka  raksasa - raksasa  sepak  bola  baik  dari benua  eropa  maupun  amerika  angkat  koper terlebih  dahulu  setelah  menelan  pil  pahit  kalah  dibabak  penyisihan , banyak  dari pengamat  sepak  bola  mengatakan  bahwa  ketika  negara – negara  eropa  bermain  di  benua  amerika  nasib  buruk  menimpa  mereka,  permainan  tiki – taka  ala  spanyolpun  tak mampu  berbuat  banyak  kala  juara  bertahan  tersebut  dipaksa  pulang  terlebih  dahulu setelah  dipecundangi  tim – tim  kuda  hitam  amerika , hal  ini  menunjukkan  bahwa  eksistensi  tim - tim  eropa  relatif  rendah  ketika  bertanding  diluar  kandang.
  Dalam  psikologi  keolahragaan  dijelaskan  beberapa  faktor  mengenai  bentuk – bentuk  ketegangan  dalam  bertanding  menjadi  fokus  tersendiri  dalam  pencapaian  suatu  tujuan , kekalahan  juara  bertahan  spanyol  disebabkan  karena   strategi  yang  dimainkan  cukup  familiar  dan  telah banyak diketahui oleh banyak negara eropa dan amerika,sehingga pada saat bertanding lawannya akan dengan mudah mengetahui tehnik-tehnik serangan yang sedang dimainkan,dengan membaca pergerakan tersebut lawan dengan mudah melakukan serangan balik yang cepat dan membuat permainan spanyol menjadi kacau balau. Kemudian yang jadi masalah selanjutnya adalah mental bertanding, meskipun terlihat mental-mental juara, akan tetapi lawan yang dihadapi berbeda dengan lawan-lawan sebelumnya,karena lawan yang dihadapi bukanlah dari kalangan eropa sendiri akan tetapi dari benua yang lain dan secara taktik tentu jauh berbeda dengan taktik yang digunakan pada umumnya. Dalam segi mental tim ini akan merasa bersemangat ketika lawannya lebih baik darinya dan sebaliknya tim yang terlihat besar namanya cenderung meremehkan terhadap tim-tim kecil yang tak pernah dia temui,sehingga terjadi pertukaran mental yang cukup signifikan dari sini, tim yang sangat bersemangat sekali dengan tim yang cenderung meremehkan,secara logika tim yang bersemangat akan terus mencoba menemukan permainan terbaiknya dan berusaha untuk memenangkan pertandingan sebaliknya tim yang meremehkan akan menganggap pertandingan ini hanya biasa dan beranggapan pastilah dia akan menang,tapi anggapan dari beberapa orang benar bahwa bola itu bulat berbagai kemungkinan akan terjadi dilapangan.  Jika digambarkan dalam bentuk performance (kinerja) dengan anxiety (kecemasan) akan terbentuk kesimpulan bahwa tim yang tingkat kecemasanya tinggi disertai dengan performance yang tinggi juga akan berakibat pada mental yang relatif tinggi,sehingga ketika mental itu down atau jatuh misalnya ketika kebobolan satu gol atau dua gol,maka secara otomatis performance terebut akan menurun drastis dan tidak akan bisa naik kembali,konstan dan terus seperti itu sehingga akan sulit mengembalikan keadaan seperti semula.
            Halnya yang sama terjadi ketika dipartai semifinal tuan rumah brazil melawan jerman berakhir dengan kemenangan telak jerman 8-1, disini terlihat bahwa faktor tuan rumah juga berpengaruh terhadap keadaan mental pemain atau tim, ribuan sporter brazil memenuhi stadion maracana pada waktu itu, sehingga pemain merasa terbebani dengan adanya dukungan tersebut,dan mengakibatkan anxiety (kecemasan) meningkat disertai dengan performance yang meningkat pula sehingga akan timbul suatu kecenderungan permainan keras dan tak terorganisir dengan baik,kemudian faktor individual juga terlihat jelas ketika seorang superstar neymar tidak dapat mengikuti pertandingan dikarenakan terjadi cedera pada tulang belakangnya pada saat perdelapan final melawan colombia,peran neymar yang  sangat dominan sekali dalam tim sehingga ketika neymar tersebut tidak bermain,tim akan merasa kualahan dan kurangnya kekompakan,ditambah seorang david silva pemain jangkar  tidak dapat bermain karena akumulasi kartu, semakin menambah aura negatif untuk sang tuan rumah brazil, permaian keras terus dilancarkan strategi tidak teroganisir dengan baik dan tidak adanya goal getter sehingga serangan kearah gawang lawan terasa sia-sia.
Kesempatan ini kemudian tidak di sia-siakan oleh kubu jerman,tim jerman yang bermain dengan santai dan relax cenderung dapat menguasai pertandingan.berbagai peluang sudah dapat diciptakan sehingga pada menit-menit terakhir malapetaka datang untuk tim tuan rumah,gol terjadi dan membuat pemain berazil gugup dan tidak dapat menikmati pertandingan,ketika memulai lagi pertandingan, para pemain brazil terlihat tak bersemangat dan merasa cemas,dan terjadilah gol yang kedua sporterpun tak menyangka kemudian berlanjut ke gol selanjutnya sampai 5 gol,bahkan sampai pluit panjang dibunyikan pemain brazil masih tidak dapat menerima keadaan,terlihat dari raut wajah mereka banyak yang bersedih,benar-benar mental mereka telah jatuh. Ini menunjukkn bahwa kecemasan (anxiety) memiliki hubungan yang erat terhadap performa suatu tim atu orang,mental bertandinglah yang harus selalu dilatih agar dapat mempunyi ketenangan dalam menghadapi suatu pertandingan.