Selasa, 23 September 2014

Psikologi olahraga



HUBUNGAN KECEMASAN (ANXIETY) DENGAN PERFORMANCE (KINERJA) DALAM OLAHRAGA


Piala  dunia   baru  saja  berakhir  dengan  banyak  sekali  kejutan  yang  terjadi, tak  disangka  raksasa - raksasa  sepak  bola  baik  dari benua  eropa  maupun  amerika  angkat  koper terlebih  dahulu  setelah  menelan  pil  pahit  kalah  dibabak  penyisihan , banyak  dari pengamat  sepak  bola  mengatakan  bahwa  ketika  negara – negara  eropa  bermain  di  benua  amerika  nasib  buruk  menimpa  mereka,  permainan  tiki – taka  ala  spanyolpun  tak mampu  berbuat  banyak  kala  juara  bertahan  tersebut  dipaksa  pulang  terlebih  dahulu setelah  dipecundangi  tim – tim  kuda  hitam  amerika , hal  ini  menunjukkan  bahwa  eksistensi  tim - tim  eropa  relatif  rendah  ketika  bertanding  diluar  kandang.
  Dalam  psikologi  keolahragaan  dijelaskan  beberapa  faktor  mengenai  bentuk – bentuk  ketegangan  dalam  bertanding  menjadi  fokus  tersendiri  dalam  pencapaian  suatu  tujuan , kekalahan  juara  bertahan  spanyol  disebabkan  karena   strategi  yang  dimainkan  cukup  familiar  dan  telah banyak diketahui oleh banyak negara eropa dan amerika,sehingga pada saat bertanding lawannya akan dengan mudah mengetahui tehnik-tehnik serangan yang sedang dimainkan,dengan membaca pergerakan tersebut lawan dengan mudah melakukan serangan balik yang cepat dan membuat permainan spanyol menjadi kacau balau. Kemudian yang jadi masalah selanjutnya adalah mental bertanding, meskipun terlihat mental-mental juara, akan tetapi lawan yang dihadapi berbeda dengan lawan-lawan sebelumnya,karena lawan yang dihadapi bukanlah dari kalangan eropa sendiri akan tetapi dari benua yang lain dan secara taktik tentu jauh berbeda dengan taktik yang digunakan pada umumnya. Dalam segi mental tim ini akan merasa bersemangat ketika lawannya lebih baik darinya dan sebaliknya tim yang terlihat besar namanya cenderung meremehkan terhadap tim-tim kecil yang tak pernah dia temui,sehingga terjadi pertukaran mental yang cukup signifikan dari sini, tim yang sangat bersemangat sekali dengan tim yang cenderung meremehkan,secara logika tim yang bersemangat akan terus mencoba menemukan permainan terbaiknya dan berusaha untuk memenangkan pertandingan sebaliknya tim yang meremehkan akan menganggap pertandingan ini hanya biasa dan beranggapan pastilah dia akan menang,tapi anggapan dari beberapa orang benar bahwa bola itu bulat berbagai kemungkinan akan terjadi dilapangan.  Jika digambarkan dalam bentuk performance (kinerja) dengan anxiety (kecemasan) akan terbentuk kesimpulan bahwa tim yang tingkat kecemasanya tinggi disertai dengan performance yang tinggi juga akan berakibat pada mental yang relatif tinggi,sehingga ketika mental itu down atau jatuh misalnya ketika kebobolan satu gol atau dua gol,maka secara otomatis performance terebut akan menurun drastis dan tidak akan bisa naik kembali,konstan dan terus seperti itu sehingga akan sulit mengembalikan keadaan seperti semula.
            Halnya yang sama terjadi ketika dipartai semifinal tuan rumah brazil melawan jerman berakhir dengan kemenangan telak jerman 8-1, disini terlihat bahwa faktor tuan rumah juga berpengaruh terhadap keadaan mental pemain atau tim, ribuan sporter brazil memenuhi stadion maracana pada waktu itu, sehingga pemain merasa terbebani dengan adanya dukungan tersebut,dan mengakibatkan anxiety (kecemasan) meningkat disertai dengan performance yang meningkat pula sehingga akan timbul suatu kecenderungan permainan keras dan tak terorganisir dengan baik,kemudian faktor individual juga terlihat jelas ketika seorang superstar neymar tidak dapat mengikuti pertandingan dikarenakan terjadi cedera pada tulang belakangnya pada saat perdelapan final melawan colombia,peran neymar yang  sangat dominan sekali dalam tim sehingga ketika neymar tersebut tidak bermain,tim akan merasa kualahan dan kurangnya kekompakan,ditambah seorang david silva pemain jangkar  tidak dapat bermain karena akumulasi kartu, semakin menambah aura negatif untuk sang tuan rumah brazil, permaian keras terus dilancarkan strategi tidak teroganisir dengan baik dan tidak adanya goal getter sehingga serangan kearah gawang lawan terasa sia-sia.
Kesempatan ini kemudian tidak di sia-siakan oleh kubu jerman,tim jerman yang bermain dengan santai dan relax cenderung dapat menguasai pertandingan.berbagai peluang sudah dapat diciptakan sehingga pada menit-menit terakhir malapetaka datang untuk tim tuan rumah,gol terjadi dan membuat pemain berazil gugup dan tidak dapat menikmati pertandingan,ketika memulai lagi pertandingan, para pemain brazil terlihat tak bersemangat dan merasa cemas,dan terjadilah gol yang kedua sporterpun tak menyangka kemudian berlanjut ke gol selanjutnya sampai 5 gol,bahkan sampai pluit panjang dibunyikan pemain brazil masih tidak dapat menerima keadaan,terlihat dari raut wajah mereka banyak yang bersedih,benar-benar mental mereka telah jatuh. Ini menunjukkn bahwa kecemasan (anxiety) memiliki hubungan yang erat terhadap performa suatu tim atu orang,mental bertandinglah yang harus selalu dilatih agar dapat mempunyi ketenangan dalam menghadapi suatu pertandingan.













 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar