HUBUNGAN KECEMASAN (ANXIETY) DENGAN PERFORMANCE (KINERJA) DALAM OLAHRAGA
Piala dunia baru
saja berakhir dengan
banyak sekali kejutan
yang terjadi, tak disangka
raksasa - raksasa sepak bola
baik dari benua eropa
maupun amerika angkat koper terlebih
dahulu setelah menelan
pil pahit kalah
dibabak penyisihan , banyak dari pengamat
sepak bola mengatakan
bahwa ketika negara – negara eropa bermain di benua amerika
nasib buruk menimpa mereka, permainan tiki – taka ala spanyolpun
tak mampu berbuat banyak kala juara bertahan
tersebut dipaksa pulang terlebih
dahulu setelah dipecundangi tim – tim kuda hitam amerika , hal ini menunjukkan
bahwa eksistensi tim - tim eropa relatif rendah ketika bertanding diluar kandang.
Dalam psikologi keolahragaan dijelaskan beberapa faktor mengenai bentuk – bentuk ketegangan dalam bertanding menjadi fokus tersendiri
dalam pencapaian suatu tujuan , kekalahan juara bertahan spanyol disebabkan karena strategi yang dimainkan
cukup familiar dan telah banyak diketahui oleh banyak negara
eropa dan amerika,sehingga pada saat bertanding lawannya akan dengan mudah
mengetahui tehnik-tehnik serangan yang sedang dimainkan,dengan membaca
pergerakan tersebut lawan dengan mudah melakukan serangan balik yang cepat dan
membuat permainan spanyol menjadi kacau balau. Kemudian yang jadi masalah
selanjutnya adalah mental bertanding, meskipun terlihat mental-mental juara,
akan tetapi lawan yang dihadapi berbeda dengan lawan-lawan sebelumnya,karena
lawan yang dihadapi bukanlah dari kalangan eropa sendiri akan tetapi dari benua
yang lain dan secara taktik tentu jauh berbeda dengan taktik yang digunakan
pada umumnya. Dalam segi mental tim ini akan merasa bersemangat ketika lawannya
lebih baik darinya dan sebaliknya tim yang terlihat besar namanya cenderung
meremehkan terhadap tim-tim kecil yang tak pernah dia temui,sehingga terjadi
pertukaran mental yang cukup signifikan dari sini, tim yang sangat bersemangat
sekali dengan tim yang cenderung meremehkan,secara logika tim yang bersemangat
akan terus mencoba menemukan permainan terbaiknya dan berusaha untuk
memenangkan pertandingan sebaliknya tim yang meremehkan akan menganggap
pertandingan ini hanya biasa dan beranggapan pastilah dia akan menang,tapi
anggapan dari beberapa orang benar bahwa bola itu bulat berbagai kemungkinan
akan terjadi dilapangan. Jika
digambarkan dalam bentuk performance (kinerja) dengan anxiety (kecemasan) akan
terbentuk kesimpulan bahwa tim yang tingkat kecemasanya tinggi disertai dengan
performance yang tinggi juga akan berakibat pada mental yang relatif
tinggi,sehingga ketika mental itu down atau jatuh misalnya ketika kebobolan
satu gol atau dua gol,maka secara otomatis performance terebut akan menurun
drastis dan tidak akan bisa naik kembali,konstan dan terus seperti itu sehingga
akan sulit mengembalikan keadaan seperti semula.
Halnya yang sama terjadi
ketika dipartai semifinal tuan rumah brazil melawan jerman berakhir dengan
kemenangan telak jerman 8-1, disini terlihat bahwa faktor tuan rumah juga
berpengaruh terhadap keadaan mental pemain atau tim, ribuan sporter brazil
memenuhi stadion maracana pada waktu itu, sehingga pemain merasa terbebani dengan
adanya dukungan tersebut,dan mengakibatkan anxiety (kecemasan) meningkat
disertai dengan performance yang meningkat pula sehingga akan timbul suatu
kecenderungan permainan keras dan tak terorganisir dengan baik,kemudian faktor
individual juga terlihat jelas ketika seorang superstar neymar tidak dapat
mengikuti pertandingan dikarenakan terjadi cedera pada tulang belakangnya pada
saat perdelapan final melawan colombia,peran neymar yang sangat dominan sekali dalam tim sehingga
ketika neymar tersebut tidak bermain,tim akan merasa kualahan dan kurangnya
kekompakan,ditambah seorang david silva pemain jangkar tidak dapat bermain karena akumulasi kartu,
semakin menambah aura negatif untuk sang tuan rumah brazil, permaian keras
terus dilancarkan strategi tidak teroganisir dengan baik dan tidak adanya goal
getter sehingga serangan kearah gawang lawan terasa sia-sia.
Kesempatan ini kemudian tidak di sia-siakan oleh kubu
jerman,tim jerman yang bermain dengan santai dan relax cenderung dapat
menguasai pertandingan.berbagai peluang sudah dapat diciptakan sehingga pada
menit-menit terakhir malapetaka datang untuk tim tuan rumah,gol terjadi dan
membuat pemain berazil gugup dan tidak dapat menikmati pertandingan,ketika
memulai lagi pertandingan, para pemain brazil terlihat tak bersemangat dan
merasa cemas,dan terjadilah gol yang kedua sporterpun tak menyangka kemudian
berlanjut ke gol selanjutnya sampai 5 gol,bahkan sampai pluit panjang
dibunyikan pemain brazil masih tidak dapat menerima keadaan,terlihat dari raut
wajah mereka banyak yang bersedih,benar-benar mental mereka telah jatuh. Ini
menunjukkn bahwa kecemasan (anxiety) memiliki hubungan yang erat terhadap
performa suatu tim atu orang,mental bertandinglah yang harus selalu dilatih
agar dapat mempunyi ketenangan dalam menghadapi suatu pertandingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar