Manusia Perantauan
terhuyung badan diperantauan
melihat tangis dan ratap pribuminya
perlahan menangkis kepenatan
menghentakkan kaki ditanah maritim raya
melihat tangis dan ratap pribuminya
perlahan menangkis kepenatan
menghentakkan kaki ditanah maritim raya
menghunuskan semangat
pada jantung jantung kesusahan
pada lubang lubang kemiskinan
tanpa sempat membalut luka sendiri
pada jantung jantung kesusahan
pada lubang lubang kemiskinan
tanpa sempat membalut luka sendiri
ujung diujung ibukota
tempat para bedebah terasingkan
hanya menjulurkan ancaman
lantas pergi mengingatkan sesama
tempat para bedebah terasingkan
hanya menjulurkan ancaman
lantas pergi mengingatkan sesama
dimanakah letak keberakhiran semua
sandiwara kosong penuh tipu daya
dari negeri asing tak kenal rakyatnya
hanya mengucap lalu meratap
sandiwara kosong penuh tipu daya
dari negeri asing tak kenal rakyatnya
hanya mengucap lalu meratap
asing asing asing
sungguh keberadaannya terhimpit
terjebak tangan kotor atasanya
hanya melihat tak berbuat
sungguh keberadaannya terhimpit
terjebak tangan kotor atasanya
hanya melihat tak berbuat
lantas kenapa mereka diam
seakan pasrah menggelarkan tikar
mempersilahkan keasingan merajai
membuka kehancuran dirinya sendiri
seakan pasrah menggelarkan tikar
mempersilahkan keasingan merajai
membuka kehancuran dirinya sendiri
gerakan memang ada
tapi sebatas rupiah mereka bubar
tak kalah dengan pengemis lampu merah
hanya ini terlihat sopan
tapi sebatas rupiah mereka bubar
tak kalah dengan pengemis lampu merah
hanya ini terlihat sopan
mungkin belum saatnya tanah ini merdeka
mungkin juga tak lumrah negeri ini digdaya
jika ada kebaikan sedikit mengalir dari hati mereka
pantaslah sayap sayap Tuhan memberi kemakmuran
mungkin juga tak lumrah negeri ini digdaya
jika ada kebaikan sedikit mengalir dari hati mereka
pantaslah sayap sayap Tuhan memberi kemakmuran
namun jika para bedebah itu melahirkan keturunan
sulit kepastian ketentraman
kepastian akan kemakmuran
kepastian badan hilang dari perantauan
sulit kepastian ketentraman
kepastian akan kemakmuran
kepastian badan hilang dari perantauan